Artikel

Hari Anak Nasional LDII Siapkan Generasi Qur’ani

Kegiatan TK/TPA Jabal Rohmah Foto: Ari

Kegiatan TK/TPA Jabal Rohmah Foto: Ari

BALIKPAPAN – Rabu 23/7 lalu bertepatan dengan Hari Anak Nasional, LDIIMedia menyambangi kegiatan PPG (Penggerak Pembina Generus) di PAC LDII Margomulyo yang berlokasi di Masjid Jabal Rohmah Jl. Gunung Empat RT. 20 Balikpapan. PPG Margomulyo ini pernah menjadi TK/TPA percontohan di DPD LDII Balikpapan dan ikut andil menyumbangkan emas saat PC Balikpapan Utara menjadi Juara Umum dua kali berturut-turut dalam ajang Festival Anak Soleh (FAS) LDII Kota Balikpapan.

Dari pembinaan yang intensif kepada cabe rawit dan generasi muda di PAC ini telah menghasilkan anak-anak berprestasi baik didunia pendidikan formal, olahraga maupun agama. “Alhamdulillah anak-anak binaan kami disini banyak yang berprestasi, ada yang juara hafalan Qur’an, juara mewarnai, kaligrafi, kreatifitas dan lain-lain. Dibidang olahraga juga ada yang juara O2SN Pencak silat bahkan yang dewasa pernah mewakili Kalimantan Timur dalam Cabor Pencak SIlat PON”, terang Ustad Arif Anton Wahyudi, Mubaligh yang bertugas di PAC Margomulyo.

TK/TPA Jabal Rohmah memborong piala dalam Festival Anak Soleh Foto: Ari

TK/TPA Jabal Rohmah memborong piala dalam Festival Anak Soleh Foto: Ari


“Dalam bulan Ramadhan ini kami mengadakan asrama Al-Qur’an setiap bakda Sholat Ashar dilanjutkan buka bersama di masjid, setelah Sholat Magrib ada kegiatan tahfidz Qur’an. Pokoknya kegiatan penuh dibulan ini tidak ada istirahatnya, bakda Isyak di masjid ini juga masih digunakan untuk pengajian Hadits Kitabul Faroid, “ tambahnya.

Sementara itu Ustad Prasetyo Utomo, SE Wakil Ketua PAC Margomulyo menyampaikan “Program LDII adalah menciptakan Generasi Qur’ani, generasi professional dan religius yang mempunyai kepahaman agama tinggi. Karena saat ini banyak orangtua yang mengarahkan anaknya hanya untuk mencari kemewahan dunia yang bersifat hedonis, mereka disekolahkan tinggi dengan biaya yang mahal untuk mengejar karir supaya menjadi orang yang kaya dan punya jabatan tinggi namun mereka lupa tidak memikirkan bekal akhiratnya. Nah, orang-orang seperti inilah yang akan merusak peradaban dan budaya bangsa, karena tidak mempunyai keseimbangan moral dan keluhuran budi pekerti dalam memimpin bangsa,” terangnya. (Agus W)

Tinggalkan Balasan

Protected by WP Anti Spam