Artikel

Kewajiban Tunaikan Zakat sebelum Sholat Ied

ZAKAT fitrah tentu saja sudah lazim kita dengarkan menjelang bulan Ramadhan berakhir. Dalam perannya, menunaikan zakat fitrah merupakan perbuatan untuk mensucikan jiwa bagi orang yang mengerjakan puasa. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk melaksanakan zakat fitrah yang merupakan bagian dari 5 Rukun Islam yang ke-5. Tidak memandang dia kaya, miskin, laki-laki atau perempuan, orang dewasa atau anak kecil, bahkan bayi yang baru terlahir ke dunia pun wajib ditunaikan zakatnya. Sebagaimana Hadist yang telah diriwayatkan oleh Shahih Bukhari;

الْعَبْدِ عَلَى شَعِيْرٍ مِنْ صَاعًا أَوْ تَمْرٍ مِنْ صَاعًا الْفِطْرِ زَكَاةَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ صَلَّى اللهُ رَسُوْلُ فَرَضَ قَالَ عَنْهُمَا اللهُ رَضِيَ عُمَرَ ابْنِ عَنْ
.الصَّلاَةِ إِلَى النَّاسِ خُرُوْجِ قَبْلَ تُؤَدَّى أَنْ بِهَا وَأَمَرَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنَ وَالْكَبِيْرِ وَالصَّغِيْرِ وَاْلأُنْثَى وَالذَّكَرِ وَالْحُرِّ

Artinya : “dari Ibnu Umar Radhiallohu anhum berkata, Rasullulloh SAW mewajibkan zakat fitrah satu sho’ dari kurma atau satu sho’ dari gandum atas budak sahaya, orang merdeka, laki-laki dan perempuan, kecil dan besar dari umat muslim. Dan Rasul memerintahkan zakat dikeluarkan sebelum orang-orang mengerjakan sholat (sholat Ied)”. HR. Al-Bukhori, kitabu zakat.

Ilustrasi. Beras. Foto: Pandu Purnama.

Ilustrasi. Beras. Foto: Pandu Purnama.

Zakat yang dikeluarkan adalah dari bahan makanan yang kita konsumsi tiap hari. Di Indonesia layaknya orang mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan pokok. Maka dari itu, beraslah yang kita wujudkan sebagai zakat. Sho’ adalah satuan ukur yang berlaku di negeri Arab, apabila dikonversikan dalam kilogram (Kg) maka 1 Sho’ = 2,7 Kg. Di beberapa daerah, ketentuan zakat sudah diatur melalui Perda yang berlaku. Tentunya pemerintah menganjurkan beras yang kita keluarkan untuk zakat adalah beras dengan kualitas yang bagus.

Dari kutipan hadist di atas, Rasululloh SAW jelas mewajibkan mengeluarkan zakat fitrah sebelum kaum muslimin mengerjakan ibadah sholat (sholat ied). Hal ini dikarenakan, apabila zakat dikerjakan setelah kaum muslimin mengerjakan sholat, maka zakat tersebut dihukumi sebagai sodaqoh seperti layaknya muslim sodaqoh biasa. Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitabu zakah sebagai berikut;

قَبْلَ أَدَّاهَا مَنْ ,لِلْمَسَاكِيْنِ وَطُعْمَةً وَالرَّفَثِ اللَّغْوِ مِنَ لِلصَّائِمِ طُهْرَةً الْفِطْرِ زَكَاةَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ صَلَّى اللهُ رَسُوْلُ فَرَضَ قَالَ عَبَّاسٍ ابْنِ عَنْ
.الصَّدَقَاتِ مِنَ صَدَقَةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ بَعْدَ أَدَّاهَا وَمَنْ مَقْبُوْلَةٌ زَكَاةٌ فَهِيَ الصَّلاَةِ

Yang artinya ; “ dari Ibnu Abas berkata, Rasululloh SAW mewajibkan zakat fitrah, zakat mensucikan bagi orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkara yang kotor serta menjadi makan bagi orang miskin, barang siapa yang menyerahkan zakat fitrah sebelum ibadah sholat (sholat ied) maka zakat itu diterima. Dan barang siapa yang menyerahkan zakat fitrah setelah sholat, maka hanya sekedar sodaqoh dari beberapa sodaqoh”. HR. Abu Dawud, kitabu zakat.

Penyerahan zakat fitrah dianjurkan sebaiknya dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan berakhir, hal ini dapat memudahkan para Amil untuk segera mendistribusikan zakat fitrah yang telah terkumpul kepada para Mustahiq (penerima zakat fitrah), sebagai perwujudan menetapi dalil “zakat fitrah diserahkan sebelum mengerjakan sholat”.

Sudahkah Anda menunaikan Zakat Fitrah? Segera hubungi petugas Amil Anda. (Pandu Purnama)

Tinggalkan Balasan

Protected by WP Anti Spam