Artikel

Malam Keakraban Bhakesra 2015 Ingatkan Untuk Cinta NKRI

Laut Jawa (26/9). Ada suasana yang berbeda di atas dek heli KRI Banda Aceh pada 26 September lalu. Seluruh peserta Bhakesra dan sebagian besar awak KRI Banda Aceh sedang mengenang 27 hari perjalanan. Maklum, perjalanan Bhakesra sudah mencapai ujung. Seluruh rangkaian kegaiatan dibalut dalam tradisi cocktail party atau malam keakraban.

Tradisi cocktail party adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh TNI angkatan laut untuk menyambut tamu yang naik ke kapal maupun berlayar bersama. Meski berasal dari tradisi barat, namun cocktail party ala KRI Banda Aceh disesuaikan dengan adat ketimuran. Ditambah malam keakraban ini untuk menjamu relawan Bhakesra 2015 yang akan segera mengakhiri perjalanannya ketika sudah sampai di Jakarta.

Ekspedisi ini diikuti berbagai elemen masyarakat dengan latar belakang mulai dari perbedaan profesi, instansi, hingga lintas generasi. Semua elemen bergandeng tangan melepas ego dan kepentingan demi mewujudkan tujuan ekspedisi Bhakesra 2015.

Jika elemen bangsa menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok dan pribadi, mempunyai jiwa besar untuk mengalah demi kepentingan umum, maka tidak ada rakyat yang berteriak menjerit kelaparan, minta perhatian, bahkan merasa tidak bermanfaat menjadi bagian NKRI. Setidaknya itu yang disampaikan Letkol Edi H komandan KRI Banda Aceh.

“Kami berangkat dari Jakarta bertujuan mengunjungi saudara yang kurang beruntung dibandingkan kita. Jumlah nominal dan material yang kita berikan hanyalah sebuah sarana. Yang jauh lebih penting dari itu semua adalah sentuhan yang lahir dari hati nurani kita dan itu akan menjadi abadi. Mereka terikat menjadi keluarga besar NKRI. Itulah esensi yang kami kerjakan,” ujar Letkol Edi H.

Indonesia yang merupakan salah satu negara besar baik itu dari sisi populasi dan geografis, sejatinya menyimpan kekayaan alam yang diincar oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya. Dengan garis pantai yang panjangnya dari London, Inggris, hingga Baghdad, Irak, sehingga ada ahli yang bilang Indonesia sejatinya adalah pusat peradaban. Namun kondisi dalam negeri yang sedang dalam intrik perseteruan yang menghambat Indonesia menjadi negara sejahtera.

“Selama 27 hari kami mengarungi pelayaran bersama-sama dalam jarak 6.270 kilometer. Banyak yang kami korbankan seperti waktu, pekerjaan, dan peluang. Namun kami berkumpul di sini dengan satu tekad, yaitu keihklasan mengabdi pada rakyat. Kami berharap apa yang kaki kerjakan membuat inspirasi bagi orang lain” ujar Letkol Edi H.

Setelah Letkol Edi H memberikan sambutan dan wejangan kepada relawan, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan slide show kegiatan, tari topeng, teater, stand up comedy, dan pantomim yang dibawakan oleh beberapa rekan dari pramuka dan PKPU. Kegiatan hiburan diatas dibawakan dengan nuansa yang sedemikian rupa agar relawan mengingat perjuangan pahlawan serta kecintaan pada NKRI.

Di akhir kegiatan, relawan bersama awak KRI Banda Aceh melakukan upacara penghayatan kepada Sang Merah Putih. Dengan alunan lagu kemerdekaan dan musikalisasi puisi, peserta berbaris rapi untuk mencium bendera sebagai tanda penghormatan. Setelah itu mereka bersalaman dan berpelukan satu sama lain, bermaaf-maafan, dan banyak kenangan yang dibahas selama ekspedisi. Imansyah dari LDII selanjutnya memimpin doa bersama relawan Bhakesra 2015. (Khoir/Fredy/Lines)

Tinggalkan Balasan

Protected by WP Anti Spam