Artikel

Presiden Joko Widodo: Ayo Hormati Guru
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan Musyawarah Nasional ke-VII LDII di Balai Kartini Jakarta, Rabu (9/11/2016). Foto: LINES

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan Musyawarah Nasional ke-VII LDII di Balai Kartini Jakarta, Rabu (9/11/2016). Foto: LINES

JAKARTA – Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri Musyawarah Nasional VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ke-VIII di Balai Kartini. Jokowi menegaskan setiap organisasi harus berjiwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi tiba di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2016) pukul 08.40 WIB. Jokowi didampingi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, negara yang bersatu dan makmur merupakan cita-cita pendiri bangsa. Menjadi Indonesia ditegaskan Jokowi, berarti harus berjiwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Menjadi Indonesia berarti setiap orang, setiap organisasi, harus berjiwa Pancasila, berjiwa Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung tinggi toleransi dan berjiwa gotong royong,” katanya.

“Karena itu saya sangat mengapresiasi kegiatan LDII baik kegiatan pengajaran, pengembangan dan penyebaran agama Islam yang berdasarkan Alquran dan Alhadis yang selama ini telah turut serta menjaga, mengembangkan kerukunan hidup di nusantara Indonesia,” tambah Jokowi.

Jokowi juga mengapresiasi LDII menggagas tagline Ayo Hormati Guru. “Saya akan bisikkan pada Mendikbud agar menjadi gerakan nasional,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam mengatakan, acara ini dihadiri oleh sekitar 1.500 peserta dan peninjau yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Nantinya mereka akan mengolah sejumlah isu strategis yang sedang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini,” katanya.

“Mereka akan merumuskan sasaran yang srtategis dan makro. Nantinya mereka juga akan memilih ketua umum yang baru,” tambahnya. (*/LINES)

Tinggalkan Balasan

Protected by WP Anti Spam