Artikel

Bina Generasi Penerus, LDII Gelar Pesantren Liburan Sekolah #NgajiAkhirTahun
Peserta Pesantren Liburan Sekolah Tingkat SMA di Masjid Nurul Iman Karang Jawa Balikpapan, Kamis (29/12/2016). Foto: LINES

Peserta Pesantren Liburan Sekolah Tingkat SMA di Masjid Nurul Iman Karang Jawa Balikpapan, Kamis (29/12/2016). Foto: LINES

BALIKPAPAN – Libur akhir semester sekolah tahun ini cukup panjang, terlebih masuk akhir tahun yang penuh dengan pengaruh kegiatan hura-hura. Lalu, apa sebaiknya kegiatan yang tepat untuk mengisi liburan?

DPD LDII Kota Balikpapan, melalui Penggerak Pembina Generus (PPG) menggelar kegiatan rutin pengajian khusus untuk remaja usia sekolah selama enam hari, diawali Sabtu (23/12) dan berakhir Kamis (29/12) kemarin, bertempat di Masjid Nurul Iman Karang Jawa Balikpapan.

“Setiap tahun setidaknya ada dua kali kita adakan kegiatan pengajian liburan sekolah, yaitu saat libur bulan Ramadan dan libur akhir tahun,” ujar H Hasan Bisri Ketua PPG LDII Balikpapan.

Materi yang dikajikan meliputi Alquran dan Alhadits. “Untuk liburan kali ini, materinya Alquran dan Hadis tentang Salat untuk SMP, sedangkan SMA Alquran dan Hadis tentang Haji dan Imarah,” tuturnya.

 

Peserta PPLS Putri foto bersama pengurus dan pengajar di Masjid Nurul Iman Karang Jawa Balikpapan, Kamis (29/12/2016). Foto: LINES

Peserta PPLS Putri foto bersama pengurus dan pengajar di Masjid Nurul Iman Karang Jawa Balikpapan, Kamis (29/12/2016). Foto: LINES

Sebagai organisasi masyarakat Islam yang besar, LDII terus berupaya membina generasi penerus melalui pembinaan mental dan pemahaman agama, pendidikan karakter berakhlak mulia, dan pelatihan kemandirian. Tiga sasaran ini dikenal sebutan program Tri Sukses Generus.

“Jika tertib dan rutin mengikuti pesantren liburan sekolah, maka setidaknya membutuhkan waktu enam tahun untuk menghatamkan Alquran dan Alhadits,” jelasnya. Lantaran waktu yang cukup lama ini dan menjaga keberlanjutan, PPG membuat program unggulan.

“Saat ini kita juga memiliki program tri sukses generasi penerus unggulan (GU) sejak dua tahun yang lalu, angkatan pertama ini diikuti 50 remaja,” tuturnya. Ke depan, ia berharap jumlah pesertanya meningkat.

Menurutnya, program GU saat ini telah mencapai sekira 75% materi pendidikan Alquran dan Alhadits. “Targetnya, setelah mengikuti pendidikan program GU mereka mampu menyampaikan kembali materi-materi Alquran dan Alhadits jika dinyatakan lulus tes di pondok pesantren,” pungkasnya. (SA/LINES)

Tinggalkan Balasan

Protected by WP Anti Spam