Artikel

Frediansyah Firdaus: Dari Santri Menjadi Mahasiswa Berprestasi
Frediansyah Firdaus

Frediansyah Firdaus

Setidak Frediansyah Firdaus dapat membuka mata orang tua yang khawatir masa depan anak mereka, bila masuk pesantren. Fredy begitu dia biasa dipanggil, justru mampu menjadi mahasiswa yang mandiri sekaligus berpretasi dengan menjadi santri.

Lahir di Kalianda, 21 Desember 1990 dari pasangan Sutisna dan Ida Arini, ia bercita-cita ingin menjadi penulis. Tidak mengherankan jika banyak tulisan yang telah dihasilkanya. Beberapa diantarnya merupakan tulisan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis (GT), Penelitian (P), Pengabdian Masyarakat (M) dan Kewirausahaan (K) yang didanai DIKTI.

Masing-masing pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 dengan judul Fungsionalisasi Cangkang Kerang Hijau (Pena viridis) sebagai Peningkat Kadar Kalsium Susu Fermentasi (PKM-GT), Evektivitas Penggunaan Bakteri Asam Laktat (BAL) Dalam Susu Terhadap Penurunan Populasi Bakteri Helicobacter phylory Penyebab Penyakit Maag (PKM-P), Agricultural Business Games Sebagai Sarana Bermain dan Belajar Siswa SMA di Bidang Bisnis Komoditi Pertanian (PKM-M), dan Pengembangan Peternakan berbasis Web 4ransum.com (PKM-K).

Tidak hanya aktif menulis dalam bentuk karya tulis, dia juga menjadi web master beberapa portal seputar ternak. 4ransum.com, trobos.com, beritaternak.com dan beberapa blog pribadinya forsum.wordpress.com, kompasiana.com/firdausfrediansyah, dan frediansyahfirdaus.blogspot.com. selain melalu web, Fredy juga aktif berbagi ilmu seputar peternakan menjadi asisten dosen beberapa mata kuliah. Selama kuliah pernah menjadi asisten mata kuliah Metodologi Penelitian dan Perancangan Percobaan (2011) dan Teknik Formulasi Ransum dan Sistem Informasi Pakan (2012).

Walhasil, meskipun masih menjadi mahasiswa telah banyak lembaga yang mempercayakan jasanya untuk melakukan pelatihan pengembangan peternakan. Salah satunya ia dipercaya menjadi manajer pengelola peternakan sapi Australia berkapasitas 7.000 ekor. Dengan keahliannya bersama rekannya, Fredy juga mengembangkan produk sekunder berupa lele kapasitas 1-2 ton per hari dan pakan ikan 2-4 ton per hari bersumber dari kotoran sapi.

Selain itu ia juga dipercaya menjadi pengisi pelatihan pengolahan pakan ternak. Pembuatan Silase pada Temu Nasional Mahasiswa Beasiswa Kementrian Agama di Ponpes Nurul Ikhlas, Jembrana Bali (2011) dan Ponpes Al-Ashiriyah Nurul Iman Parung, Bogor (2012). Mengisi Materi Beternak Bebek BAKTI HIMASITER ÔÇ£Peternakan Sehat Bangsaku CerdasÔÇØ dan Panelis Kajian Agribisnis Himpunan Profesi Peminat Agribisnis (HIPMA) IPB. Trainer “Winfeed Training” pada SMKN 2 Kalianda, Lampung. Trainer “Winfeed Training” bersama HIMASITER di IPB.

Uniknya sekumpulan prestasi tersebut bukan merupakan cita-citanya. Fredy yang semula sama sekali tidak berkeinginan masuk Fakultas Peternakan IPB ini, awalnya lebih berekeinginan masuk ke jurusan matematika atau statistika. Karena alasan mendapatkan Beasiswa Santri Berprestasi full yang diberikan Departemen Agama.

Maka pelajaran Biologi yang kerap menjadi musuhnya ketika di SMA ia harus hadapi setiap harinya. Berkat kesungguhannya, Fredy mampu mendulang berbagai prestasi membanggakan dan mengungguli teman sekelasnya. Cerita uniknya ini menarik Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menulis profilnya dalam anak muda berprestasi dan menginpirasi. Selain itu P2MKP juga meminta dirinya untuk mengisi Pelatihan Nasional pengolahan pakan ikan. (Muhammad Bahrun Rohadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.